header banner
Default

15 Arti Kode E pada Komposisi Makanan yang Tidak Menunjukkan Bahwa Itu Mengandung Babi


Table of Contents

    Jakarta -

    Pada komposisi makanan kemasan biasanya ada kode E yang diikuti 3 digit angka. Sempat heboh bahwa kode E tersebut mengisyaratkan adanya kandungan babi. Apa benar?

    Kabar bahwa kode E pada komposisi makanan diartikan sebagai kandungan babi ini pernah menyeret beberapa produk makanan. Salah satunya produk permen yang mencantumkan kode E110.

    Namun, itu tidak dibenarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Melalui unggahan di Instagram @halalindonesia, MUI menegaskan bahwa kode E pada komposisi makanan bukan berarti babi.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Dijelaskan bahwa kode E yang diikuti 3 digit angka di belakangnya adalah kode yang diberikan kepada kelompok bahan tambahan pangan (di antaranya adalah emulsifier).

    Baca Juga: Kenali Istilah-istilah Asing Terkait Babi yang Sering Ada di Restoran

    Kode E pada makananKode E pada makanan bukan berarti ada kandungan babi Foto: iStock

    Dalam sistem pengkodean, yang dipertimbangkan adalah kelompok senyawa bahan berdasarkan senyawa kimia serta fungsinya dalam pangan olahan. Jadi, bukan membedakan asal-usul sumber bahannya.

    Misalnya pada kode E471 yang artinya adanya campuran senyawa ester mono gliserida dan digliserida yang memang berasal dari lemak atau minyak. Seperti minyak kelapa, kelapa sawit, kedelai dan minyak hewani seperti minyak babi.

    MUI menegaskan bahwa produk bersertifikat halal MUI yang mengandung emulsifier dengan kode E dapat dipastikan bahwa sumber bahan tambahan pangan yang digunakan berasal dari sumber halal.

    Intinya, kode E yang ada kemungkinan bersumber dari hewan, tidak otomatis berasal dari babi. Untuk memastikan halal atau haramnya produk dilakukan oleh LPPOM MUI.

    Baca Juga: Rendam Kepala Babi dalam Soda, Food Vlogger ini Coba Keluarkan Cacing

    Kode E pada makananKode E pada makanan adalah kode yang diberikan kepada kelompok bahan tambahan pangan (di antaranya adalah emulsifier). Foto: iStock

    Dikutip dari laman Halal Corner, berikut makna kode E pada komposisi makanan dan statusnya:

    1. E100: Curcumin yang merupakan esktrak kunyit untuk pewarna (halal).

    2. E110: Sunset yellow pewarna pada produk fermentasi (halal).

    3. E120: Cchineal atau pewarna merah alami dari sebuah serangga yang dalam keadaan bunting yang sebenarnya adalah carminic acid. Kehalalannya sangat tergantung wujudnya. Jika cair sangat tergantung pelarut yang digunakan.

    4.E 140 adalah chlorophyl, pewarna hijau alami yang bisa berasal dari bayam, rumput, dan tanaman lain. Proses ekstraksinya bisa menggynakan pelarut tertentu termasuk etanol. Jika cair, kehalalannya sangat ditentukan sisa pelarut etanol yang terdapat di dalam produk tersbeut. Tetapi jika berbentuk bubuk, kehalalannya sangat ditentukan oleh bahan tambahan lain di sampil klorofilnya.

    5. E 141 adalah copper co,plexes of chlorophyl andchlorophyllins halal dengan catatan sama dengan E 140.

    Sources


    Article information

    Author: Timothy Moore

    Last Updated: 1699529522

    Views: 828

    Rating: 3.7 / 5 (95 voted)

    Reviews: 93% of readers found this page helpful

    Author information

    Name: Timothy Moore

    Birthday: 1942-06-21

    Address: 10196 Hamilton Stream Suite 442, East Jimmy, MT 17634

    Phone: +3977115835156442

    Job: Article Writer

    Hobby: Fencing, Chocolate Making, Embroidery, Quilting, Swimming, Cycling, Photography

    Introduction: My name is Timothy Moore, I am a resolute, unreserved, brilliant, expert, intrepid, risk-taking, strong-willed person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.